Aku, Kamu dan Curhatan Isi Hatiku - Mas Rizal

Halaman

    Social Items


Malam terasa sunyi yang terdengar sesekali hanya suara jangkrik di luar, di daunan kering itu.

Panggil saja aku R pria jelek yang ingin mengenalmu lebih dekat kala itu.

Awalnya aku ragu untuk mulai bertanya namamu, melihat senyummu, dan bahkan aku hanya tertunduk malu ketika berdekatan denganmu.

Iya malam itu di kedai kopi di tepi jalan.

Nurmiati nama itu terdengar sangan cantik sebelum aku benar-benar melihatmu.

Awalnya aku mengenalmu dari seseorang yang kupanggil dengan sebutan Mbak (Kak).

Dia bercerita bahwa dia mempunyai keponakan cantik katanya.

Awalnya aku tidak tertarik dengan cerita itu dan pada akhirnya aku melihatmu, hati ini rasanya daq diq duq der, ya panas dingin kurasakan, keringat dingin mulai membasahi sela sela jari jemari tanganku ini.

Tidak ada satu katapun terucap dari mulutku  yang ada hanya tertunduk malu sambil sesekali kulirik indah raut wajahmu.

Waktu terus berlalu dan pada akhirnya aku mendapat sebuah Contact WhatsApp mu.

Kucoba beranikan diri untuk menyapamu, tanya kabarmu dan ingin sekali bercerita lebih dekat seakan indahnya mentari sore di pematang sawah, tak jauh dari tempatku bekerja.

Tapi! Pesan singkat ku tak pernah kamu balas, awalnya aku mengira kamu terlalu sibuk mengerjakan tugas tugasmu, aku maklumi kala itu.

Hari terus beganti kucoba bertanya kabar sekali lagi, tapi! Kamu juga tak meresfon, memudar rasa sayangku kali ini dan seakan akan aku hanya pengganggumu.

Hingga waktu terus berlalu, dan aku selalu menjadi penonton setia WhatsApp story mu.

Dan pada akhirnya aku tahu kamu ulang tahun hari.

Maaf aku tak bisa membelikanmu Seikat Bunga atau sebuah boneka Doraemon yang imutz itu.

Aku hanya dapat menuliskan sebuah cerita dan Selamat ulang tahun Ya Nurmiati.

Panjang umur, murah rezeki dan segala hal yang sedang kamu harapkan semoga segera terkabulkan.

Dariku teman jauhmu kitaberdua.com



Cerita Oleh :
Pictures By :
Editor :

Aku, Kamu dan Curhatan Isi Hatiku



Malam terasa sunyi yang terdengar sesekali hanya suara jangkrik di luar, di daunan kering itu.

Panggil saja aku R pria jelek yang ingin mengenalmu lebih dekat kala itu.

Awalnya aku ragu untuk mulai bertanya namamu, melihat senyummu, dan bahkan aku hanya tertunduk malu ketika berdekatan denganmu.

Iya malam itu di kedai kopi di tepi jalan.

Nurmiati nama itu terdengar sangan cantik sebelum aku benar-benar melihatmu.

Awalnya aku mengenalmu dari seseorang yang kupanggil dengan sebutan Mbak (Kak).

Dia bercerita bahwa dia mempunyai keponakan cantik katanya.

Awalnya aku tidak tertarik dengan cerita itu dan pada akhirnya aku melihatmu, hati ini rasanya daq diq duq der, ya panas dingin kurasakan, keringat dingin mulai membasahi sela sela jari jemari tanganku ini.

Tidak ada satu katapun terucap dari mulutku  yang ada hanya tertunduk malu sambil sesekali kulirik indah raut wajahmu.

Waktu terus berlalu dan pada akhirnya aku mendapat sebuah Contact WhatsApp mu.

Kucoba beranikan diri untuk menyapamu, tanya kabarmu dan ingin sekali bercerita lebih dekat seakan indahnya mentari sore di pematang sawah, tak jauh dari tempatku bekerja.

Tapi! Pesan singkat ku tak pernah kamu balas, awalnya aku mengira kamu terlalu sibuk mengerjakan tugas tugasmu, aku maklumi kala itu.

Hari terus beganti kucoba bertanya kabar sekali lagi, tapi! Kamu juga tak meresfon, memudar rasa sayangku kali ini dan seakan akan aku hanya pengganggumu.

Hingga waktu terus berlalu, dan aku selalu menjadi penonton setia WhatsApp story mu.

Dan pada akhirnya aku tahu kamu ulang tahun hari.

Maaf aku tak bisa membelikanmu Seikat Bunga atau sebuah boneka Doraemon yang imutz itu.

Aku hanya dapat menuliskan sebuah cerita dan Selamat ulang tahun Ya Nurmiati.

Panjang umur, murah rezeki dan segala hal yang sedang kamu harapkan semoga segera terkabulkan.

Dariku teman jauhmu kitaberdua.com



Cerita Oleh :
Pictures By :
Editor :

Subscribe Our Newsletter