Dari Lampu Padam Hingga Jalan Berlubang, Derita Dipelosok Desa - Mas Rizal

Halaman

    Social Items


Tinggal di Pelosok desa memang terkadang membuat seseorang merasa nyaman.

Jauh dari Keramain menjadi Salah satu petimbangan bagi Seseorang untuk tinggal di Pedesaan.

Dari bercocok Tanam hingga bergantung Hidup dari Berkebun/Pertanian.

Banyak di antara kita merasa bahagia bila bisa merasakan kesejukan dipagi hari, menikmati indahnya hamparan sawah hingga Perbukitan.

Namun nyatanya semuanya tidak sebanding apa yang selalu dirasakan oleh orang yang tinggal didesa.

Mungkin saya adalah salah satu orang yang Mewakili sebagian perasan orang-orang yang tertulis Dari artikel Kali ini.

Masalahnya masih sama dengan hal yang itu-itu saja.

"Dari Lampu Padam Hingga Jalan Berlubang" Memang kerap sekali menjadi masalah yang tidak akan pernah bisa diselesaikan.

Memang terdengar sepele! Tapi kami berharap dari pihak terkait segera memperbaiki masalah yang kerap timbul.

Sejatinya kami tidak Meminta lebih hanya saja mereka seharusnya dapat mengerti bagaimna Nasib kami Dipelosok Desa.

Berawal dari Jalan yang rusak di Gali lalu ditinggal begitu saja? Mungkin itu terdengar tidak lucu tapi sebagian orang telah terluka hingga meninggal Dunia.

Saya tidak ingin menyalahkan siapapun tapi seharus dia mengerti apa yang sedang terjadi di pelosok desa.

Memasuki bulan suci Ramadhan tidak juga mengurangi Pemadaman Aliran Listrik Oleh PLN.

Dari kami mulai Berbuka Puasa Hingga nanti Saat menyediakan sahur itu pun sering Terjadi pemadaman Listrik.

Lagi-lagi kami tidak pernah bosan untuk membahas hal ini.

Maaf kalau saya terlalu pedas mengkritik dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi dari pusat atau oleh pengurus setempat.

Tapi setidaknya hal kecil ini bisa menjadi koreksi bagi Pihak terkait agar segera bisa menyelesaikan masalah ini.

Mungkin sekian artikel dan unek-unek yang saya tulis kali ini sekiranya dapat di maklumi apabila ada kata-kata yang kurang berkenan "Terimakasih".


Ditulis Oleh :
Editor :

Dari Lampu Padam Hingga Jalan Berlubang, Derita Dipelosok Desa


Tinggal di Pelosok desa memang terkadang membuat seseorang merasa nyaman.

Jauh dari Keramain menjadi Salah satu petimbangan bagi Seseorang untuk tinggal di Pedesaan.

Dari bercocok Tanam hingga bergantung Hidup dari Berkebun/Pertanian.

Banyak di antara kita merasa bahagia bila bisa merasakan kesejukan dipagi hari, menikmati indahnya hamparan sawah hingga Perbukitan.

Namun nyatanya semuanya tidak sebanding apa yang selalu dirasakan oleh orang yang tinggal didesa.

Mungkin saya adalah salah satu orang yang Mewakili sebagian perasan orang-orang yang tertulis Dari artikel Kali ini.

Masalahnya masih sama dengan hal yang itu-itu saja.

"Dari Lampu Padam Hingga Jalan Berlubang" Memang kerap sekali menjadi masalah yang tidak akan pernah bisa diselesaikan.

Memang terdengar sepele! Tapi kami berharap dari pihak terkait segera memperbaiki masalah yang kerap timbul.

Sejatinya kami tidak Meminta lebih hanya saja mereka seharusnya dapat mengerti bagaimna Nasib kami Dipelosok Desa.

Berawal dari Jalan yang rusak di Gali lalu ditinggal begitu saja? Mungkin itu terdengar tidak lucu tapi sebagian orang telah terluka hingga meninggal Dunia.

Saya tidak ingin menyalahkan siapapun tapi seharus dia mengerti apa yang sedang terjadi di pelosok desa.

Memasuki bulan suci Ramadhan tidak juga mengurangi Pemadaman Aliran Listrik Oleh PLN.

Dari kami mulai Berbuka Puasa Hingga nanti Saat menyediakan sahur itu pun sering Terjadi pemadaman Listrik.

Lagi-lagi kami tidak pernah bosan untuk membahas hal ini.

Maaf kalau saya terlalu pedas mengkritik dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi dari pusat atau oleh pengurus setempat.

Tapi setidaknya hal kecil ini bisa menjadi koreksi bagi Pihak terkait agar segera bisa menyelesaikan masalah ini.

Mungkin sekian artikel dan unek-unek yang saya tulis kali ini sekiranya dapat di maklumi apabila ada kata-kata yang kurang berkenan "Terimakasih".


Ditulis Oleh :
Editor :

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.