Alumni SMP N 5: Gallery Cinta Diujung Cerita - Mas Rizal

Halaman

    Social Items


Memandang senyummu bukan hal baru dalam hidupku, Bahkan Sejak Dahulu aku telah mencintaimu.

Dibalik cerita ini akan terukir indah namamu! Wahai kamu yang pernah bersama dalam Cinta, Duka dan Ceria Kala itu.

Dipinggiran kota, Dipelosok Desa! Terhempas Sawah, Sawit, Serta Perbukitan Manis di Kotaku Jambi.

Aku, Kamu dan Dirinya mungkin memiliki pandangan Berbeda.

Aku Terlahir Dari Keluarga Sederhana Ayahku Seorang Petani, sedangkan ibuku sebagai Ibu Rumah tangga yang penuh cinta merawat anaknya.

Sedangkan engkau Terlahir Dari keluarga bercukupan, Ayahmu Seorang Camat Didesaku, Sedangkan Ibumu sebagai Dokter di Rumah sakit "yang tak jauh Dari Rumahku".

Tapi Semua perbedaan itu tidak membuatku Minder untuk Mendekat, Bercanda, Bahkan Berpelukan Bagaikan Saudara.

Kulitmu Putih, Sedangkanku Hitam Kecoklat'an, namun tak sedikitpun terlihat gelisah kau mendekatiku.

Jujur aku bukan Ayu Rupawan atau Ganteng maksimal, Aku hanyalah orang jelek yang ingin mencintaimu Walau sedikit.

Tawamu membuat sedikit masalahku Hilang, lebur, dalam Canda.

Senyummu Manis Bagaikan gula Jawa, Hitam Namun tak mematikan.

Caramu Menatapku Indah penuh cinta, Sayang, serta ketulusan.

Wahai teman kau dapat membuatku sedikit nyaman, bercanda, hingga lupa sampai dimana batas kita bercerita.

Sejati-Nya aku hanya mampu membuatmu Tersenyum, Tertawa, maaf aku belum bisa membuatmu bahagia.

Tertulis Dari ceritaku, mungkin aku tak akan pernah mampu menulis semuanya dalam sebuah cerita.

Maaf aku tak bisa hadir kali ini dalam bahagiamu, terlihat gunda ketika kau melihat Sahabatmu berkurang.

Mungkin nanti akan ada waktu Indah di lain waktu Esok, Lusa, atau sekarang Kau akan tetap Menjadi bagian Dari hidupku.


Cerita Oleh :
Editor :
Picture By :

Alumni SMP N 5: Gallery Cinta Diujung Cerita


Memandang senyummu bukan hal baru dalam hidupku, Bahkan Sejak Dahulu aku telah mencintaimu.

Dibalik cerita ini akan terukir indah namamu! Wahai kamu yang pernah bersama dalam Cinta, Duka dan Ceria Kala itu.

Dipinggiran kota, Dipelosok Desa! Terhempas Sawah, Sawit, Serta Perbukitan Manis di Kotaku Jambi.

Aku, Kamu dan Dirinya mungkin memiliki pandangan Berbeda.

Aku Terlahir Dari Keluarga Sederhana Ayahku Seorang Petani, sedangkan ibuku sebagai Ibu Rumah tangga yang penuh cinta merawat anaknya.

Sedangkan engkau Terlahir Dari keluarga bercukupan, Ayahmu Seorang Camat Didesaku, Sedangkan Ibumu sebagai Dokter di Rumah sakit "yang tak jauh Dari Rumahku".

Tapi Semua perbedaan itu tidak membuatku Minder untuk Mendekat, Bercanda, Bahkan Berpelukan Bagaikan Saudara.

Kulitmu Putih, Sedangkanku Hitam Kecoklat'an, namun tak sedikitpun terlihat gelisah kau mendekatiku.

Jujur aku bukan Ayu Rupawan atau Ganteng maksimal, Aku hanyalah orang jelek yang ingin mencintaimu Walau sedikit.

Tawamu membuat sedikit masalahku Hilang, lebur, dalam Canda.

Senyummu Manis Bagaikan gula Jawa, Hitam Namun tak mematikan.

Caramu Menatapku Indah penuh cinta, Sayang, serta ketulusan.

Wahai teman kau dapat membuatku sedikit nyaman, bercanda, hingga lupa sampai dimana batas kita bercerita.

Sejati-Nya aku hanya mampu membuatmu Tersenyum, Tertawa, maaf aku belum bisa membuatmu bahagia.

Tertulis Dari ceritaku, mungkin aku tak akan pernah mampu menulis semuanya dalam sebuah cerita.

Maaf aku tak bisa hadir kali ini dalam bahagiamu, terlihat gunda ketika kau melihat Sahabatmu berkurang.

Mungkin nanti akan ada waktu Indah di lain waktu Esok, Lusa, atau sekarang Kau akan tetap Menjadi bagian Dari hidupku.


Cerita Oleh :
Editor :
Picture By :

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.