Romansa Cinta Pertama Waktu Di Sma - Mas Rizal

Halaman

    Social Items


Dimulai dari perjalanan singkat yang masih terlalu Cepat untuk diterjemahkan dengan bahasa Cinta.
Sejatinya hanya sekedar gumpalan-gumpalan asmara yang terus bergejolak dalam Hati, Perasaan Dan Pikiran.

Dimulai dari saling Pandang, Berkenalan, Berteman Lalu timbul Rasa Cinta.

Sesungguhnya Cinta Itu Rumit? Serumit Aku Menulis Artikel ini walau terkadang semua mengaggap itu Mudah.

Cinta itu bukan perkara yang mudah untuk bisa dimengerti semua orang, terkadang pemikiran dan alur Ceritai tu Berbeda, Ada yang bahagia walau Tak Cinta dan sebaliknya.

Mencintai satu sama lain itu wajar sebap semua ditakdirkan seperti itu, Namun cinta yang suci itu Hanya timbul Dari Dalam Hati.

Berawal dari kisah asmara dua Sejoli yang dimabuk Cinta "lebih Kurang begitu yang selalu terucap".

Dari sepucuk surat sampai setangkai Mawar telah terbungkus rapi dalam balutan Cinta yang Romantis.

Celana Panjang, Baju kemeja biru, sepatu Kulit sampai Minyak Nyong-nyong telah kupersiapkan sejak Subuh.

Waktu terus bergulir masa Putih Abu-abu kini kujalani menginjak kelas 2 Kujuruan Ipa Semester 1 yang sangat kunikmati.

Bercita-cita ingin menjadi Professor suatu hari kelak angan-angan terus berlalu semenjak masih Ngompol dicelana "Seingatku".

Gadis Cantik, berwarna kan Kulit Sawo Matang, rambut ikal berbalut sentuhan raut wajah yang mempesona "Iya kujelaskan dia orang yang aku cinta.

Seperti biasa sepulang sekolah kami saling bertemu di belakang gedung kelasnya berpapasan lalu aku Berkata "Nanti malam Kita Nonton Layar Lebar" dia mengangguk Tanda setuju.

Waktu yang dinanti telah tiba berpamitan sambil mengucap salam lalu pergi menuju tempat yang dintentukan.

Jarak bukan menjadi pemisah antara aku dan kamu, cinta yang mendasari semua itu, 30 menit berlalu aku meninggalkan rumah.

Lalu lalalang orang berkerumun memadati acara itu dari seberaNg jalan di memanggil "Hey Sini" Suara dia terdengar lirih, kalah dengan bisingnya suasana.

Bergegas aku mengikutinya bersama teman seperjuanganku.

Akhirnya kami bertemu mengobrol sambil menikmati Sekantong Plastik kacang rebus yang kubeli dari penjual di pinggor Jalan. Bercanda, bergurau sesekali tertawa lepas seperti tiada masalah.

Dan pada akhirnya kami larut dalam malam itu sampai akhirnya waktu yang harus memisahkan.

Dari sepucuk surat sampai setangkai Mawar telah terbungkus rapi dalam balutan Cinta yang Romantis, yang telah ku persiapkan untuk nya.

"Ku harap kamu menyukainya" dia Tersipu malu, pergi lalu menjauh bersama Teman-temannya.

Hari-hari pun terus berlalu perjuangan cinta terus di kobarkan dan pada akhirnya sebuah cinta itu kandas, menabrak sebuah karang penghalang.

Dia pergi mengudurkan diri sepertinya dia kecewa dengan sikap ku yang begitu kekanak-kanak'an waktu itu.

Entah dari mana aku harus menceritakannya, dari awal aku mengenalnyA atau dari akhir aku melupakannya.

Sejatinya cinta itu tak perlu hadir ketika kamu takut untuk  kehilangannya.


Cerita Oleh :
Editor :

Romansa Cinta Pertama Waktu Di Sma


Dimulai dari perjalanan singkat yang masih terlalu Cepat untuk diterjemahkan dengan bahasa Cinta.
Sejatinya hanya sekedar gumpalan-gumpalan asmara yang terus bergejolak dalam Hati, Perasaan Dan Pikiran.

Dimulai dari saling Pandang, Berkenalan, Berteman Lalu timbul Rasa Cinta.

Sesungguhnya Cinta Itu Rumit? Serumit Aku Menulis Artikel ini walau terkadang semua mengaggap itu Mudah.

Cinta itu bukan perkara yang mudah untuk bisa dimengerti semua orang, terkadang pemikiran dan alur Ceritai tu Berbeda, Ada yang bahagia walau Tak Cinta dan sebaliknya.

Mencintai satu sama lain itu wajar sebap semua ditakdirkan seperti itu, Namun cinta yang suci itu Hanya timbul Dari Dalam Hati.

Berawal dari kisah asmara dua Sejoli yang dimabuk Cinta "lebih Kurang begitu yang selalu terucap".

Dari sepucuk surat sampai setangkai Mawar telah terbungkus rapi dalam balutan Cinta yang Romantis.

Celana Panjang, Baju kemeja biru, sepatu Kulit sampai Minyak Nyong-nyong telah kupersiapkan sejak Subuh.

Waktu terus bergulir masa Putih Abu-abu kini kujalani menginjak kelas 2 Kujuruan Ipa Semester 1 yang sangat kunikmati.

Bercita-cita ingin menjadi Professor suatu hari kelak angan-angan terus berlalu semenjak masih Ngompol dicelana "Seingatku".

Gadis Cantik, berwarna kan Kulit Sawo Matang, rambut ikal berbalut sentuhan raut wajah yang mempesona "Iya kujelaskan dia orang yang aku cinta.

Seperti biasa sepulang sekolah kami saling bertemu di belakang gedung kelasnya berpapasan lalu aku Berkata "Nanti malam Kita Nonton Layar Lebar" dia mengangguk Tanda setuju.

Waktu yang dinanti telah tiba berpamitan sambil mengucap salam lalu pergi menuju tempat yang dintentukan.

Jarak bukan menjadi pemisah antara aku dan kamu, cinta yang mendasari semua itu, 30 menit berlalu aku meninggalkan rumah.

Lalu lalalang orang berkerumun memadati acara itu dari seberaNg jalan di memanggil "Hey Sini" Suara dia terdengar lirih, kalah dengan bisingnya suasana.

Bergegas aku mengikutinya bersama teman seperjuanganku.

Akhirnya kami bertemu mengobrol sambil menikmati Sekantong Plastik kacang rebus yang kubeli dari penjual di pinggor Jalan. Bercanda, bergurau sesekali tertawa lepas seperti tiada masalah.

Dan pada akhirnya kami larut dalam malam itu sampai akhirnya waktu yang harus memisahkan.

Dari sepucuk surat sampai setangkai Mawar telah terbungkus rapi dalam balutan Cinta yang Romantis, yang telah ku persiapkan untuk nya.

"Ku harap kamu menyukainya" dia Tersipu malu, pergi lalu menjauh bersama Teman-temannya.

Hari-hari pun terus berlalu perjuangan cinta terus di kobarkan dan pada akhirnya sebuah cinta itu kandas, menabrak sebuah karang penghalang.

Dia pergi mengudurkan diri sepertinya dia kecewa dengan sikap ku yang begitu kekanak-kanak'an waktu itu.

Entah dari mana aku harus menceritakannya, dari awal aku mengenalnyA atau dari akhir aku melupakannya.

Sejatinya cinta itu tak perlu hadir ketika kamu takut untuk  kehilangannya.


Cerita Oleh :
Editor :

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.