Sepucuk Surat Untuk Nina - Mas Rizal

Halaman

    Social Items

Saat menatap matahari aku terdiam,. Sedikit menyipitkan mata dan terhalau sinarnya dengan telapak tangan yang ku hadapkan dimuka, cuaca begitu terik, aku menunggu Doni di ujung Taman, disini aku menunggunya, dia menjanjikan akan bertemu siang ini, lama sekali,. Aku berfikir dia tidak tepat janji, aku berjalan perlahan meninggalkan tempat itu, kecewa sih... Tapi ya sudahlah, mungkin aku memang tidak penting baginya.

Berjalan kiloan meter menuju rumah, sambil menahan sesak dalam dalam,. Hari ini begitu berat,. Aku langsung masuk ke kamar, mengurung seorang diri, sesekali ibuku mengetuk pintu, menanyakan apa aku baik baik saja, aku hanya diam tanpa ada jawaban, aku menangis tersedu sedu sambil ku bungkam mulutku dengan bantal guling agar tak ada yang mendengar, akupun terlelap dalam tangisan hingga pagi tiba,.

Aku kembali melihat dunia, ku mulai kegiatan seperti biasa, mandi dan bersiap berangkat ke Sekolah, di Dapur ibuku bertanya?

"kenapa kamu???"
"Tidak papa,. Hanya sedikit tak enak badan bu,."

Aku berbohong pada ibu, tak mungkin aku ceritakan kejadian bodoh kemarin siang padanya,.

Berjalan menuju sekolah seorang diri juga dan sampai dipintu gerbang Doni sudah menunggu di Pintu gerbang,.

"pagi Nina., apa kau baik???" 

Aku hanya menatapnya sekejap, lantas kutinggalkan ia begitu saja, Ia langsung berlari mendekati ku,

"nin kamu kenapa?.. Nin kamu kok diemin aku gini???"

Aku terus berjalan tanpa menghiraukan ocehannya, tapi ia tetap begitu sampai aku masuk ke kelas tetap saja bertanya kenapa dan kenapa? Sampai aku bosan dan ku bentak dia di depan orang dikelas itu,

"kamu ini ngoceh aja, jam masuk udah bunyi tuh.. Kamu apa ngga takut dipergok guru masih disini??!!!"

Ia sontak terdiam dan langsung pergi meninggalkanku begitu saja,. Dalam hatiku berkata "punya pemikiran ngga si?? Udah nyakitin perasaan orang tapi ngerasa ngga punya salah gitu, apa dia bego atau lupa???" ahh Entahlah... Aku kalut akan hal ini, semua emosi bercampur jadi satu, ku putuskan untuk tidak mengingat ingat yang ada,.

Untuk Doni, biarkan dia berfikir dia merasa punya salah apa tidak,. untuk saat ini aku mau fokus mengamati setiap mata pelajaran yang berlangsung,.(Bersambung)

Part 1 Part 2 Part 3


Editor: Rizal
Cerita Oleh: Nia Verina

Sepucuk Surat Untuk Nina

Saat menatap matahari aku terdiam,. Sedikit menyipitkan mata dan terhalau sinarnya dengan telapak tangan yang ku hadapkan dimuka, cuaca begitu terik, aku menunggu Doni di ujung Taman, disini aku menunggunya, dia menjanjikan akan bertemu siang ini, lama sekali,. Aku berfikir dia tidak tepat janji, aku berjalan perlahan meninggalkan tempat itu, kecewa sih... Tapi ya sudahlah, mungkin aku memang tidak penting baginya.

Berjalan kiloan meter menuju rumah, sambil menahan sesak dalam dalam,. Hari ini begitu berat,. Aku langsung masuk ke kamar, mengurung seorang diri, sesekali ibuku mengetuk pintu, menanyakan apa aku baik baik saja, aku hanya diam tanpa ada jawaban, aku menangis tersedu sedu sambil ku bungkam mulutku dengan bantal guling agar tak ada yang mendengar, akupun terlelap dalam tangisan hingga pagi tiba,.

Aku kembali melihat dunia, ku mulai kegiatan seperti biasa, mandi dan bersiap berangkat ke Sekolah, di Dapur ibuku bertanya?

"kenapa kamu???"
"Tidak papa,. Hanya sedikit tak enak badan bu,."

Aku berbohong pada ibu, tak mungkin aku ceritakan kejadian bodoh kemarin siang padanya,.

Berjalan menuju sekolah seorang diri juga dan sampai dipintu gerbang Doni sudah menunggu di Pintu gerbang,.

"pagi Nina., apa kau baik???" 

Aku hanya menatapnya sekejap, lantas kutinggalkan ia begitu saja, Ia langsung berlari mendekati ku,

"nin kamu kenapa?.. Nin kamu kok diemin aku gini???"

Aku terus berjalan tanpa menghiraukan ocehannya, tapi ia tetap begitu sampai aku masuk ke kelas tetap saja bertanya kenapa dan kenapa? Sampai aku bosan dan ku bentak dia di depan orang dikelas itu,

"kamu ini ngoceh aja, jam masuk udah bunyi tuh.. Kamu apa ngga takut dipergok guru masih disini??!!!"

Ia sontak terdiam dan langsung pergi meninggalkanku begitu saja,. Dalam hatiku berkata "punya pemikiran ngga si?? Udah nyakitin perasaan orang tapi ngerasa ngga punya salah gitu, apa dia bego atau lupa???" ahh Entahlah... Aku kalut akan hal ini, semua emosi bercampur jadi satu, ku putuskan untuk tidak mengingat ingat yang ada,.

Untuk Doni, biarkan dia berfikir dia merasa punya salah apa tidak,. untuk saat ini aku mau fokus mengamati setiap mata pelajaran yang berlangsung,.(Bersambung)

Part 1 Part 2 Part 3


Editor: Rizal
Cerita Oleh: Nia Verina

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.