Sepucuk Surat Untuk Nina Part 3 - Mas Rizal

Halaman

    Social Items

Aku berjalan menyusuri gang menuju rumah Doni,. Sambil berharap tidak ada hal yang tidak aku inginkan terjadi, berdiri didepan pintu pagar bercat hitam sambil sesekali memukul loncengnya,

"Permisi..!!" suaraku memanggil penghuni rumah, barang kali ada yang menanggapinya,.

Selang beberapa saat Wanita Paruh Baya keluar dari balik pintu dan berlari menuju tempatku berdiri,.

"Nina,. Ya ampun, tante sampai terkejut kamu datang berkunjung, ayo masuk!!"

Aku menuruti perkataan wanita itu, sebut saja ia ibunya Doni, aku dipersilahkan duduk di sofa ruang tamu,

"Maaf Tante, Nina kemari ingin menanyakan tentang Doni, apa tante berkenan untuk menjelaskan dimana Doni sekarang?
"Nak Nina, sebentar tante kedalam dulu, ada sesuatu yg harus kamu ketahui"

Ia langsung masuk dan kembali dengan membawa sebuah Amplop Putih dan memberinya padaku,.

"Tolong nak Nina bacakan, itu dari Doni"

Aku langsung membuka amplop itu dan ku temukan secarik kertas bertulis tangan oleh Doni

"Untuk Nina,.

Nina terimakasih untuk waktunya selama ini, maaf aku telah banyak mengecewakanmu, maaf akhir akhir ini aku selalu tidak menepati janjiku,..aku tau terakhir kemarin kamu marah padaku karna aku tidak menepati janji untuk bertemu denganmu, maafkan aku, aku tidak bisa datang karena pada saat itu aku tengah mengurus paspor untukku, aku tidak menghubugimu dan tiba tiba hilang tanpa ada kabar bukan karena aku tidak perduli lagi padamu, tapi karena aku tengah sibuk mengurus segala keperluanku untuk kuliah di Amerika, maafkan aku,. Terlihat terlalu egois untuk kepentingan diri sendiri,. Aku tidak sempat memberitahumu karena semua serba mendadak,. Aku mendapat tawaran oleh pamanku yang akan kembali ke Amerika untuk meneruskan study disana,. Lantas aku langsung bergegas menyelesaikan keperluan yang ada. Memang aku pergi tanpa melihat kelulusan, itu karena tes dilaksanakan sehari sebelum hari kita satu sekolah mendengar pengumuman.
Nina, aku harap kamu mau mengerti ini semua, aku akan sering menghubungimu lewat surat surat berikutnya, tunggulah surat suratku, dan tunggulah aku kembali lagi nanti, Tolong jaga kesehatanmu, jangan sungkan untuk sesekali mengunjungi ibuku, karena ia juga selalu menginginkanmu datang,. Teruslah mengejar cita citamu dengan baik ya...


Tertanda dari aku
Doni"

Selesai aku membaca surat tersebut aku lantas tersenyum pada ibunya Doni,.

"tante terimakasih"
"Maaf nak Nina, tante harap kamu memaklumi semuanya"

Aku pun berpamitan padanya,.
AKu pergi meninggalkan rumah itu dengan perasaan kosong dan tak tahu akan bagaimana selanjutnya, yang jelas aku akan terus hidup walau tanpa dia, berpisah ini hanyalah sementara, aku yakin semua akan ada ujungnya, ujung yang baik untuk aku dan perasaanku saat ini..

Surat itu kusimpan dalam laci meja, itu adalah sepucuk surat yang menjadi awal munculnya surat, surat balasan berikutnya, dan aku nikmati semua ini, semua rindu yang aku yakini berujung dengan kepastian.(Tamat)

Part 1 Part 2 Part 3


Editor: Rizal
Cerita Oleh: Nia Verina

Sepucuk Surat Untuk Nina Part 3

Aku berjalan menyusuri gang menuju rumah Doni,. Sambil berharap tidak ada hal yang tidak aku inginkan terjadi, berdiri didepan pintu pagar bercat hitam sambil sesekali memukul loncengnya,

"Permisi..!!" suaraku memanggil penghuni rumah, barang kali ada yang menanggapinya,.

Selang beberapa saat Wanita Paruh Baya keluar dari balik pintu dan berlari menuju tempatku berdiri,.

"Nina,. Ya ampun, tante sampai terkejut kamu datang berkunjung, ayo masuk!!"

Aku menuruti perkataan wanita itu, sebut saja ia ibunya Doni, aku dipersilahkan duduk di sofa ruang tamu,

"Maaf Tante, Nina kemari ingin menanyakan tentang Doni, apa tante berkenan untuk menjelaskan dimana Doni sekarang?
"Nak Nina, sebentar tante kedalam dulu, ada sesuatu yg harus kamu ketahui"

Ia langsung masuk dan kembali dengan membawa sebuah Amplop Putih dan memberinya padaku,.

"Tolong nak Nina bacakan, itu dari Doni"

Aku langsung membuka amplop itu dan ku temukan secarik kertas bertulis tangan oleh Doni

"Untuk Nina,.

Nina terimakasih untuk waktunya selama ini, maaf aku telah banyak mengecewakanmu, maaf akhir akhir ini aku selalu tidak menepati janjiku,..aku tau terakhir kemarin kamu marah padaku karna aku tidak menepati janji untuk bertemu denganmu, maafkan aku, aku tidak bisa datang karena pada saat itu aku tengah mengurus paspor untukku, aku tidak menghubugimu dan tiba tiba hilang tanpa ada kabar bukan karena aku tidak perduli lagi padamu, tapi karena aku tengah sibuk mengurus segala keperluanku untuk kuliah di Amerika, maafkan aku,. Terlihat terlalu egois untuk kepentingan diri sendiri,. Aku tidak sempat memberitahumu karena semua serba mendadak,. Aku mendapat tawaran oleh pamanku yang akan kembali ke Amerika untuk meneruskan study disana,. Lantas aku langsung bergegas menyelesaikan keperluan yang ada. Memang aku pergi tanpa melihat kelulusan, itu karena tes dilaksanakan sehari sebelum hari kita satu sekolah mendengar pengumuman.
Nina, aku harap kamu mau mengerti ini semua, aku akan sering menghubungimu lewat surat surat berikutnya, tunggulah surat suratku, dan tunggulah aku kembali lagi nanti, Tolong jaga kesehatanmu, jangan sungkan untuk sesekali mengunjungi ibuku, karena ia juga selalu menginginkanmu datang,. Teruslah mengejar cita citamu dengan baik ya...


Tertanda dari aku
Doni"

Selesai aku membaca surat tersebut aku lantas tersenyum pada ibunya Doni,.

"tante terimakasih"
"Maaf nak Nina, tante harap kamu memaklumi semuanya"

Aku pun berpamitan padanya,.
AKu pergi meninggalkan rumah itu dengan perasaan kosong dan tak tahu akan bagaimana selanjutnya, yang jelas aku akan terus hidup walau tanpa dia, berpisah ini hanyalah sementara, aku yakin semua akan ada ujungnya, ujung yang baik untuk aku dan perasaanku saat ini..

Surat itu kusimpan dalam laci meja, itu adalah sepucuk surat yang menjadi awal munculnya surat, surat balasan berikutnya, dan aku nikmati semua ini, semua rindu yang aku yakini berujung dengan kepastian.(Tamat)

Part 1 Part 2 Part 3


Editor: Rizal
Cerita Oleh: Nia Verina

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.