Sejarah Cintaku di Gentala Arasy

Getar hp membangunkan ku dari buaian mimpi Indah semalaman, "Selamat Pagi sayang" pesan singkat yang menjadi obat kuatku untuk hari ini! Kamu adalah semangatku, semangatku untuk terus berjuang mempertahankan apa yang selama ini telah bersamaku, mencoba membuatmu bahagia. Nyatanya selama ini aku mampu membuat tersenyum.

Dia tidak begitu Cantik, dia bukan orang yang memiliki segalanya, dia hanya seorang gadis lugu yang tak ingin disakiti hatinya. Aku mengenalnya 3 Tahun yang lalu, disebuah Toko Buku tak jauh dari Tempatku bekerja.

Waktuku hari ini akan ku serahkan seuntuhnya untuknya, waktu yang beberapa hari lalu telah ku habiskan untuk bekerja.

"Kemana kita Hari ini Sayang" pesanku meluncur, membalas pesan sebelumnya.
"Gimana kalau ke
Gentala Arasy" jawabnya seketika meresfon.
"In Sya Allah jam 10 saya kerumah kamu" pesanku memastikan.


Setibanya dirumah Dina...

"Assalamualaikum.wr.wb" ucapku.
"Walaikumsalam.wr.wb" jawab seseorang dari dalam?

"Dina ada buk" Tanyaku pada wanita paruh baya!
"Dina lagi di kamar itu Za" sahut ibu.
"Ayo masuk dulu" mempersilahkan masuk?
"Ngomong-ngomong bapak kemana buk?" Tanyaku?
"Bapak lagi di kebun Za" sahut ibu lagi!
"Bu
Dina sama Reza mau pergi dulu ya?" Pamit Dina.
"Iya hati-hati, jaga
Dina ya Za. Pesan ibu.
"Baik Bu...


Segera kami Bergegas meninggalkan rumah dan menuju ketempat yang dituju, 30menit menembus perjalan santai. Dan akhirnya tiba di Gentala Arasy.

"Din"tanyaku?
"Iya ada apa Za?jawab Dina.
"Kamu tau nggak din? Apa yang dapat membuatku sebahagia ini!".
"Apa Za?"
"Aku nggak meminta hidup bergelimangan harta, atau semacamnya. Aku ingin meminta kepada Allah! Bahwa kamu satu-satunya wanita terakhir dalam hidupku.
"Amin!!! Semoga Kita segera di persatukan ya Za.?


Tempat ini yang kelak selalu mengingatkanku, bahwa aku pernah berkata bahwa kamu hanya wanita terakhir dihidupku.

Editor: Rizal
Cerita Oleh: Memes

Post a Comment

0 Comments