Nana Gadis Culun dan Sebotol Saosnya Part 2

Hari telah berganti,
Saat dimana kesibukan mulai memanggil, aku berjalan menuju kantor tidak jauh dari rumah tapi tetap saja terasa lelah, eehh...

Ganti aja jadi kata "lillah" biar ademm, siapa sangka aku bertemu lagi dengan laki-laki itu, ia duduk disebelahku, masih dengan pandangan sinis menatapku, setelelah ditelusuri ternyata ia adalah anggota baru di kantor ini,.

Sudah ku pastikan aku akan bekerja sama dengannya, dan itu pasti sangat membosankan,.

Kami tidak banyak bicara, berkenalan pun enggan,. Seolah olah tidak ada Solidaritas antar pekerja disini, memang iya.

Hari berganti hari, minggu ke bulan, bulan masih kebulan berikutnya, yah keadaan masih sama,  masih ada perang dingin diantara dua kubu,. Tapi asal kalian tahu saja, rekan kerja yang lain malah sering bilang kami cocok,.

Gak jarang kalimat "Cie.. Cie..!!" mereka lontarkan kepada kami, yah kadang gak sengaja akunya senyum-senyum sendiri, mungkin kalian juga akan begitu,. Sampai suatu ketika saat aku pulang dari kantor, waktu itu pukul 12:00 WIB, terik matahari tak menghalangi cerahnya wajahku karena kilatan keringat, akibatnya bedak pun ikut luntur terbawa arus,.

Aku berjalan sendiri, langkah demi langkah kutepakkan, berat Buku, Map, dan Laptop ku panggul dengan tas dipunggung, saat dipersimpangan sebelum gang, dari belakang melaju motor dengan kencang dan berhenti tepat disebelahku orang yang mengendarainya turun dan menodongku dengan sebuah pisau, dalam hatiku berbisik "mati aku..!!!"

"serahin tas lo.!!"


Gila ni orang, kalah main judi ya? Ngerampok kog sama orang kayak akuu??


"ngga ada apa apanya bang, cuma kertas yang gak berguna sama abang"
"ngelawan??"
"eh iya deh bang"


Terpaksa aku serahkan tas itu padanya, saat akan aku berikan tiba tiba lewat si laki laki yang ku semprot pake Botol Saos , aduh kaya superhero gitu,..


Dia berhenti dan langsung menghajar rampok yang menodongku tadi, tanpa banyak gerakan rampok itu langsung jatuh tersungkur di tanah.


"Ayo cepat kabur dari sini!!"


Tanpa banyak bicara aku dan dia pergi meninggalkan tempat itu, sampai didepan Toko Kelontong dia berhenti.


"kenapa berhenti disini?"
"kamu ngga haus apa?"
"engga, aku dianterin pulang aja, aKu masih trauma"
"oh iya baiklah, tunjukkan rumahmu dimana"


Ia bersedia mengantarkanku ke rumah, setelah sampai aku langsung turun dan tak lupa mengucapkan terimakasih padanya,
Ah... Dia baik juga rupanya.(Bersambung
)

Part 1 Part 2 Part 3


Editor: Rizal
Cerita Oleh: Nia Verina

Post a Comment

0 Comments