Menyesal Telah Dilahirkan Olehmu - Mas Rizal

Halaman

    Social Items

Dering malam suara jangkrik mulai memadukan alunan lagu pengantar tidur yang menandakan malam semangkin larut, disisi lain termenung seorang anak dibawah pepohonan rindang tak jauh dari bilik tempat tidur.

"Bud! Ayo masuk sudah malam jangan duduk sendirian disitu?"

Panggil seorang wanita berusia berkisar setengah abad itu yang mulai cemas mencari keberadaanku.

"Iya Bu!" Bentar lagi saya masuk?" Sahutku sedikit nada melengking.

Kupending lamunanku dan mencoba untuk berjalan mengikuti ibuku yang mulai mendekati pintu masuk.

"Bud! Jangan lupa kunci semua pintu dan cendela".
"Iya! Bu" jawabku sambil mulai menutup pintu.

Setibanya dikamar yang selalu menjadi tempat biasaku bermimpi akan indahnya hayalan, yang selalu dapat membuatku lupa akan kesusahan ini. Kulanjutkan kembali angan-anganku yang sempat Pending sebelumnya.

Dimana selalu terbesit rasa "Menyesal Telah Dilahirkan Oleh Keluarga Ini" pikiran itu terus menghantui disetiap malamku, mungkin jika aku dilahirkan oleh keluarga lain Hidupku Lebih Bahagia, Hidup Bermanjakan Uang, dan Mungkin tidak sesuah ini.

Terkadang hayalan itu membuatku lupa akan Kasih Sayang Tulus dari kedua orang tuaku, Belaian lentik jari jemari ibuku yang selalu membelai wajahku dikala aku terlelap dimasa lampau, Keringat yang mengucur deras ditubuh kekar yang tersengat Matahari, Tak membuatnya gentar untuk memperjuang keluarganya dari kelaparan, Ayah kau masih tetap tegar malau cobaan selalu menghadang langkahmu, kau tunjukan wajah bahagiamu di depan kami walau sebenarnya hatimu lebur, lelah yang kau rasa hanya kau sendiri yang tau, kau menyimpannya rapat-rapat dari kami.

Tepat 22 Tahun lalu aku dilahirkan oleh keluarga sederhana, Ibu dan Ayahku beragama Islam Alhamdulilah aku senang, aku 2 Bersaudara dan menjadi anak pertama yang kelak akan melindungi keluarga ini. Aku dibesarkan dilingkungan yang tidak pernah memandang Ras, Agama dan Suku. Saya memiliki Teman Beragama Kristen, Hindu, dan Budha tidak pernah sedikitpun terlintas untuk membenci mereka.

Ketika hayalan mulai muncul dan mempengaruhi kerja otak, aku pernah berpikir tentang bagaimana kehidupan mereka yang memiliki segalanya tapi kurang kasih sayang dari keluarganya dan berujung pada salah pergaulan.

Dari lubuk hatiku paling dalam sedikit pun aku tidak pernah menyesal telah dilahirkan kedunia ini, aku Bahagia sudah dilahirkan Dari keluarga beragama Islam, Walau hidup sederhana Tapi Bahagia selalu kudapat.

Semua pasti akan sama entah berapa kali telah memikirkan hal seperti ini, Dilahirkan dalam Agama Apa, Keluaraga Miskin atau Kaya dan bahkan tak pernah sedikitpun terpikir bahwa kedepannya seperti apa.

Tulisan ini akan sedikit memberi efek positif pada pemikiran kalian tentang kita tak dapat memilih dimana kita dilahirkan dan dari mana asal keluarga kita. Kita tidak dapat menentukannya karena kita dilahirkan. Semoga Artikel ini bermanfaat.(Rizal)

Menyesal Telah Dilahirkan Olehmu

Dering malam suara jangkrik mulai memadukan alunan lagu pengantar tidur yang menandakan malam semangkin larut, disisi lain termenung seorang anak dibawah pepohonan rindang tak jauh dari bilik tempat tidur.

"Bud! Ayo masuk sudah malam jangan duduk sendirian disitu?"

Panggil seorang wanita berusia berkisar setengah abad itu yang mulai cemas mencari keberadaanku.

"Iya Bu!" Bentar lagi saya masuk?" Sahutku sedikit nada melengking.

Kupending lamunanku dan mencoba untuk berjalan mengikuti ibuku yang mulai mendekati pintu masuk.

"Bud! Jangan lupa kunci semua pintu dan cendela".
"Iya! Bu" jawabku sambil mulai menutup pintu.

Setibanya dikamar yang selalu menjadi tempat biasaku bermimpi akan indahnya hayalan, yang selalu dapat membuatku lupa akan kesusahan ini. Kulanjutkan kembali angan-anganku yang sempat Pending sebelumnya.

Dimana selalu terbesit rasa "Menyesal Telah Dilahirkan Oleh Keluarga Ini" pikiran itu terus menghantui disetiap malamku, mungkin jika aku dilahirkan oleh keluarga lain Hidupku Lebih Bahagia, Hidup Bermanjakan Uang, dan Mungkin tidak sesuah ini.

Terkadang hayalan itu membuatku lupa akan Kasih Sayang Tulus dari kedua orang tuaku, Belaian lentik jari jemari ibuku yang selalu membelai wajahku dikala aku terlelap dimasa lampau, Keringat yang mengucur deras ditubuh kekar yang tersengat Matahari, Tak membuatnya gentar untuk memperjuang keluarganya dari kelaparan, Ayah kau masih tetap tegar malau cobaan selalu menghadang langkahmu, kau tunjukan wajah bahagiamu di depan kami walau sebenarnya hatimu lebur, lelah yang kau rasa hanya kau sendiri yang tau, kau menyimpannya rapat-rapat dari kami.

Tepat 22 Tahun lalu aku dilahirkan oleh keluarga sederhana, Ibu dan Ayahku beragama Islam Alhamdulilah aku senang, aku 2 Bersaudara dan menjadi anak pertama yang kelak akan melindungi keluarga ini. Aku dibesarkan dilingkungan yang tidak pernah memandang Ras, Agama dan Suku. Saya memiliki Teman Beragama Kristen, Hindu, dan Budha tidak pernah sedikitpun terlintas untuk membenci mereka.

Ketika hayalan mulai muncul dan mempengaruhi kerja otak, aku pernah berpikir tentang bagaimana kehidupan mereka yang memiliki segalanya tapi kurang kasih sayang dari keluarganya dan berujung pada salah pergaulan.

Dari lubuk hatiku paling dalam sedikit pun aku tidak pernah menyesal telah dilahirkan kedunia ini, aku Bahagia sudah dilahirkan Dari keluarga beragama Islam, Walau hidup sederhana Tapi Bahagia selalu kudapat.

Semua pasti akan sama entah berapa kali telah memikirkan hal seperti ini, Dilahirkan dalam Agama Apa, Keluaraga Miskin atau Kaya dan bahkan tak pernah sedikitpun terpikir bahwa kedepannya seperti apa.

Tulisan ini akan sedikit memberi efek positif pada pemikiran kalian tentang kita tak dapat memilih dimana kita dilahirkan dan dari mana asal keluarga kita. Kita tidak dapat menentukannya karena kita dilahirkan. Semoga Artikel ini bermanfaat.(Rizal)

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.