Jodoh Ditangan Kita Tuhan Mempertemukan Kita Yang Menentukan - Mas Rizal

Halaman

    Social Items

Sebuah kisah dimana terdapat suatu pembelajaran dimasa silam suatu ketika tercengang oleh bayang-bayang penyesalan dari sekian banyak sumber masalalu, yang terus terlintas dalam ingatan.

Salahkah kalau kita bernostalgia dengan kenangan! Semua orang pasti memiliki kenangannya sendiri mungkin ada Penyesalan dan Ada Kekecewaan, namun semua itu hanya terjadi kemudian hari setelah kita benar-benar kehilangannya. Apa mungkin kita dapat memutar kembali waktu yang sangat menentukan dimasa depan? Itu tidak akan pernah terjadi karena semua itu hanya angan-angan semata.

Ketika sebuah kisah di mulai dari perjalan hidup seorang lelaki yang jauh dari kesempurnaan yang telah beruntung di pertemukan oleh Tuhan sesosok wanita yang Tangguh dan Tegar, Sebuah perkenalan singkat yang tidak pernah di rencanakan sebelumnya.

Suatu hari ketika aku mendapatkan sebuah no Telpon dari seseorang sahabatku dia mulai berkata "Ini wanita kelak akan membuatmu bahagia, kenali dan pahami dia" kata itu masih teriang-iang di telingaku sepanjang malam sebelum tidur.

Tertulis pesan singkat yang ingin ku tuju keseseorang yang aku berinama Lina, Sebuah Pesan yang bertuliskan "Hay". Namun semua harapan itu tidaklah semuanya akan membuahkan hasil dengan apa yang kita inginkan, pesan itu tetap saja tidak ada jawabanya, sampai pada ketika Kata Bosan telah datang dalam heningnya malam yang semangkin mencekam.

Waktu pun sepertinya hanya akan menjadi saksi atas kegundahan hati yang semangkin membingungkan ini, ketika nada pesan terdengar dari sebuah Hp bermerkan Nokia 5300 yang mulai usang dan mulai dilupakan pemiliknya. Pesan yang dikirimkan oleh Lina yang sebelumnya aku mengenal dari sahabatku.

Pesan yang terdiri dari kata "Uga" yang sempat membuatku menunggu hingga 3hari lamanya, perkenalan singkat yang ku utarakan membuatnya semangkin mengerti dari niat dan tujuanku untuk lebih dekat dengannya. Sewaktu malam yang biasa kulalui tanpa ada kesibukan yang berarti, kini mulai terisi dengan hal-hal yang semangkin menyatukan kita.

Tepat pada malam ini sepertinya aku harus berkunjung kerumahmu untuk pertama kalinya, di sini aku mulai sibuk berbenah sampai bingung harus memilih warna baju apa yang cocok aku kenakan. Kaos polos berwarnakan Abu-abu bermerekan "PlayBoy" dan Jaket Levis yang aku pilih untuk mendapingiku.

Sesampainya di rumahnya ku ucapkan Salam Dan di persilahkan masuk oleh seorang Gadis Cantik Bertubuhkan Kurus Mengenakan Jilbab Merah Muda Dengan Senyuman Ramah, sebuah pertemuan singkat dimana aku mulai merasakan adanya harapan untuk kedepannya lebih baik.

Di Pagi dihari minggu tepatnya kamu berlibur dari tugas sehari-harimu Sebagai TU (Tata Usaha) Di sebuah sekolah dasar yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, ku mulai menyiapkan diri dan segera bergegas untuk menuju kerumahnya. Ketika aku tiba dan berpamitan dengan orang tuanya, motor ini yang bertuliskan Jupiter MX 135Cc yang membawaku menuju sebuah tempat yang aku tau itu Rumahnya Mas Adi, yang sebelumnya meperkenalkanku dengannya yang kini sedang bersamaku.

Hari-haripun terlewati dengan sempurna sampai ketika aku beranikan diri ingin memperkenalkannya dengan orang tuaku, tapi harapan itu mulai pupus dengan perkataan ibu "Jangan cari calon Istri Dari beda suku dia Orang Melayu dan Kita orang Jawa, Apa kamu mampu memberi uang Adatnya" ketika kata itu terlontar dari mulut ibuku, hati ini benar-benar hancur bayangan gelap mulai menghantui Seisi pikiranku, Harapan Ingin bersamamu harus kandas di sini.

Ketika puing-puing kehancuran mulai melandaku ketika itu pula dia mulai memberiku semangat, jangan berhenti disini kita tidak mengerti apa yang akan terjadi Esok hari. Kata itu memberiku sedikit Energy buat aku bangkit dari keterpurukan ini.

Ketika suatu hari tanpa sepengetahuanku Lina Memasakan diri untuk berkunjung kerumahku, setibanya dirumah selepas berkerja seperti biasanya aku dikejutkan dengan omongan adekku "Mas Mbak Sipit tadi tadang kerumah" ucap adekku seingatku masih duduk di banggku kelas 3SD.

Aku ketika itu terkejut ingin rasanya marah kepada Lina, apa yang dilakukan terlalu ceroboh, tapi semua itu terbalaskan dengan perkataan ibuku "Anaknya baik, Ramah Rajin Sopan" setelah mendengar kata itu hati ini terasa tenang apakah ini memberiku gambaran baik buat kedepanya.


Waktu pun terus berlalu di antara kami memang memiliki perbedaan usia yang mana membuatku sedikit Labil dan bertingkah kekanak-kanakan, selalu saja salah pemikiran dan ke Egoisan mulai tercipta dari diriku yang memiliki sifat pemarah yang aku Akui sampai sekarang.

Dan Tiba pada waktu terberat dalam hidupku dimana perselisihan kali ini terjadi dengan kedua orang tuaku, dimana aku harus benar-benar pergi dari rumah dan meninggalkannya semua. Hampir 1 Tahun aku tidak pernah Mengaktifkan Telfonku disaat siang hari, aku hanya mengaktifkannya di malam hari di waktu yang sebentar dan hanya ingin mengetahui pesan masuk Dari Seseorang yang Selalu aku sakiti perasaanya walau kutahu cinta dia tulus buatku.

Ketika malam itu aku beranikan untuk Meresfon kembali pesan. Lina, ketika itu dia menelefon sambil menangis betapa Rindunya dia ingin melihatku kembali dan kenapa tidak memberi kabar, rasa Cemas dan Kekwatiran itu terasa nyata saat Lina mulai menangis tersedu.

Mungkin aku orang yang Terbodoh yang di lahirkan di dunia ini karena Tolol telah menyia-nyiakan orang yang benar-benar Tulus ini, waktu pun telah kembali menyatukan kami dalam ruang yang berbeda kali ini, tidak terasa dua tahun sudah kami terpisah dan dia mulai menunjukan tanda-tanda bahwa dia inginkan kepastian itu.

Ketika pertanya itu mulai terlontar dari dia, hati ini mulai bingung perselisihan di antara kami pun tidak lagi dapat terbendung dan akhirnya kamo Lost Contact hampir cukup lama. Dan Tololnya aku tidak pernah terpikir untuk menghubunginya dan malah dia yang menghubungiku terlebih dulu. Seorang wanita Cantik yang rela mempertahankan seorang lelaki Tolol ini.

Dengan pertanyan yang sama dia bertanya "Orang Tuaku Sudah Tua, Dia ingin segera melihatku menikah kapan kamu melamarku?". Pertanyaan ini yang membuatku sampai saat ini tidak pernah bisa melupakannya.

Dan akhirnya kami berpisah dalam waktu Tiga tahun lamanya kali ini di bertanya dengan pertanyaan yang sama dengan pertanya pada tahun lalu "Orang Tuaku Sudah Tua, Dia ingin segera melihatku menikah kapan kamu melamarku?". dan sedikit menambahkan kata "Mungkin kalau Tahun Ini kamu tidak melamarku, Tahun depan aku di jodohkan Dengan Orang lain".

Aku coba membela diri dengan berkata "Aku tidak punya Uang, Tidak mempunyai Pekerjaan tetap, Tidak punya Rumah dan lainnya" lalu dia menjawab "Menikah Tidak perlu memerlukan Uang, Soal Pekerjaan Nanti kita pikir bersama, Soal rumah, aku ada rumah namun tidak bagus pemberian orang tuaku". Kata itu membuatku menangi dalam keheningan malam, aku terdiam dan Kembali Berkata "Jodoh Ditangan Tuhan" dia menjawab "Sebenarnya Jodoh di Tangan Kita Tuhan Yang Mempertemukan Kita yang Menentukan".

Setelah percakapan itu aku sadar dengan kekeliruanku selama ini dan aku pasrah dengan keadaan, ketika tiba waktu yang pernah dia katakan dia sempat menulis Sepucuk Pesan "Bahwa dia meminta maaf kalau dia pernah membuatku marah, dan pernah membuatku kecewa karena pada malam itu dia resmi menjadi seorang Istri". Remuk badan ini rasanya tak mampu berdiri lagi, rasanya ingin mengakhiri hidup yang sangat tolol ini.

Aku telah menyia-nyiakan orang yang telah tulus menerimaku Apa dan Adanya sampai pada titik saat dimana dia pasrah dengan keputusan yang telah aku buat sendiri dari keEgoisan ini.
(Rizal)

Jodoh Ditangan Kita Tuhan Mempertemukan Kita Yang Menentukan

Sebuah kisah dimana terdapat suatu pembelajaran dimasa silam suatu ketika tercengang oleh bayang-bayang penyesalan dari sekian banyak sumber masalalu, yang terus terlintas dalam ingatan.

Salahkah kalau kita bernostalgia dengan kenangan! Semua orang pasti memiliki kenangannya sendiri mungkin ada Penyesalan dan Ada Kekecewaan, namun semua itu hanya terjadi kemudian hari setelah kita benar-benar kehilangannya. Apa mungkin kita dapat memutar kembali waktu yang sangat menentukan dimasa depan? Itu tidak akan pernah terjadi karena semua itu hanya angan-angan semata.

Ketika sebuah kisah di mulai dari perjalan hidup seorang lelaki yang jauh dari kesempurnaan yang telah beruntung di pertemukan oleh Tuhan sesosok wanita yang Tangguh dan Tegar, Sebuah perkenalan singkat yang tidak pernah di rencanakan sebelumnya.

Suatu hari ketika aku mendapatkan sebuah no Telpon dari seseorang sahabatku dia mulai berkata "Ini wanita kelak akan membuatmu bahagia, kenali dan pahami dia" kata itu masih teriang-iang di telingaku sepanjang malam sebelum tidur.

Tertulis pesan singkat yang ingin ku tuju keseseorang yang aku berinama Lina, Sebuah Pesan yang bertuliskan "Hay". Namun semua harapan itu tidaklah semuanya akan membuahkan hasil dengan apa yang kita inginkan, pesan itu tetap saja tidak ada jawabanya, sampai pada ketika Kata Bosan telah datang dalam heningnya malam yang semangkin mencekam.

Waktu pun sepertinya hanya akan menjadi saksi atas kegundahan hati yang semangkin membingungkan ini, ketika nada pesan terdengar dari sebuah Hp bermerkan Nokia 5300 yang mulai usang dan mulai dilupakan pemiliknya. Pesan yang dikirimkan oleh Lina yang sebelumnya aku mengenal dari sahabatku.

Pesan yang terdiri dari kata "Uga" yang sempat membuatku menunggu hingga 3hari lamanya, perkenalan singkat yang ku utarakan membuatnya semangkin mengerti dari niat dan tujuanku untuk lebih dekat dengannya. Sewaktu malam yang biasa kulalui tanpa ada kesibukan yang berarti, kini mulai terisi dengan hal-hal yang semangkin menyatukan kita.

Tepat pada malam ini sepertinya aku harus berkunjung kerumahmu untuk pertama kalinya, di sini aku mulai sibuk berbenah sampai bingung harus memilih warna baju apa yang cocok aku kenakan. Kaos polos berwarnakan Abu-abu bermerekan "PlayBoy" dan Jaket Levis yang aku pilih untuk mendapingiku.

Sesampainya di rumahnya ku ucapkan Salam Dan di persilahkan masuk oleh seorang Gadis Cantik Bertubuhkan Kurus Mengenakan Jilbab Merah Muda Dengan Senyuman Ramah, sebuah pertemuan singkat dimana aku mulai merasakan adanya harapan untuk kedepannya lebih baik.

Di Pagi dihari minggu tepatnya kamu berlibur dari tugas sehari-harimu Sebagai TU (Tata Usaha) Di sebuah sekolah dasar yang tidak jauh dari tempat tinggalnya, ku mulai menyiapkan diri dan segera bergegas untuk menuju kerumahnya. Ketika aku tiba dan berpamitan dengan orang tuanya, motor ini yang bertuliskan Jupiter MX 135Cc yang membawaku menuju sebuah tempat yang aku tau itu Rumahnya Mas Adi, yang sebelumnya meperkenalkanku dengannya yang kini sedang bersamaku.

Hari-haripun terlewati dengan sempurna sampai ketika aku beranikan diri ingin memperkenalkannya dengan orang tuaku, tapi harapan itu mulai pupus dengan perkataan ibu "Jangan cari calon Istri Dari beda suku dia Orang Melayu dan Kita orang Jawa, Apa kamu mampu memberi uang Adatnya" ketika kata itu terlontar dari mulut ibuku, hati ini benar-benar hancur bayangan gelap mulai menghantui Seisi pikiranku, Harapan Ingin bersamamu harus kandas di sini.

Ketika puing-puing kehancuran mulai melandaku ketika itu pula dia mulai memberiku semangat, jangan berhenti disini kita tidak mengerti apa yang akan terjadi Esok hari. Kata itu memberiku sedikit Energy buat aku bangkit dari keterpurukan ini.

Ketika suatu hari tanpa sepengetahuanku Lina Memasakan diri untuk berkunjung kerumahku, setibanya dirumah selepas berkerja seperti biasanya aku dikejutkan dengan omongan adekku "Mas Mbak Sipit tadi tadang kerumah" ucap adekku seingatku masih duduk di banggku kelas 3SD.

Aku ketika itu terkejut ingin rasanya marah kepada Lina, apa yang dilakukan terlalu ceroboh, tapi semua itu terbalaskan dengan perkataan ibuku "Anaknya baik, Ramah Rajin Sopan" setelah mendengar kata itu hati ini terasa tenang apakah ini memberiku gambaran baik buat kedepanya.


Waktu pun terus berlalu di antara kami memang memiliki perbedaan usia yang mana membuatku sedikit Labil dan bertingkah kekanak-kanakan, selalu saja salah pemikiran dan ke Egoisan mulai tercipta dari diriku yang memiliki sifat pemarah yang aku Akui sampai sekarang.

Dan Tiba pada waktu terberat dalam hidupku dimana perselisihan kali ini terjadi dengan kedua orang tuaku, dimana aku harus benar-benar pergi dari rumah dan meninggalkannya semua. Hampir 1 Tahun aku tidak pernah Mengaktifkan Telfonku disaat siang hari, aku hanya mengaktifkannya di malam hari di waktu yang sebentar dan hanya ingin mengetahui pesan masuk Dari Seseorang yang Selalu aku sakiti perasaanya walau kutahu cinta dia tulus buatku.

Ketika malam itu aku beranikan untuk Meresfon kembali pesan. Lina, ketika itu dia menelefon sambil menangis betapa Rindunya dia ingin melihatku kembali dan kenapa tidak memberi kabar, rasa Cemas dan Kekwatiran itu terasa nyata saat Lina mulai menangis tersedu.

Mungkin aku orang yang Terbodoh yang di lahirkan di dunia ini karena Tolol telah menyia-nyiakan orang yang benar-benar Tulus ini, waktu pun telah kembali menyatukan kami dalam ruang yang berbeda kali ini, tidak terasa dua tahun sudah kami terpisah dan dia mulai menunjukan tanda-tanda bahwa dia inginkan kepastian itu.

Ketika pertanya itu mulai terlontar dari dia, hati ini mulai bingung perselisihan di antara kami pun tidak lagi dapat terbendung dan akhirnya kamo Lost Contact hampir cukup lama. Dan Tololnya aku tidak pernah terpikir untuk menghubunginya dan malah dia yang menghubungiku terlebih dulu. Seorang wanita Cantik yang rela mempertahankan seorang lelaki Tolol ini.

Dengan pertanyan yang sama dia bertanya "Orang Tuaku Sudah Tua, Dia ingin segera melihatku menikah kapan kamu melamarku?". Pertanyaan ini yang membuatku sampai saat ini tidak pernah bisa melupakannya.

Dan akhirnya kami berpisah dalam waktu Tiga tahun lamanya kali ini di bertanya dengan pertanyaan yang sama dengan pertanya pada tahun lalu "Orang Tuaku Sudah Tua, Dia ingin segera melihatku menikah kapan kamu melamarku?". dan sedikit menambahkan kata "Mungkin kalau Tahun Ini kamu tidak melamarku, Tahun depan aku di jodohkan Dengan Orang lain".

Aku coba membela diri dengan berkata "Aku tidak punya Uang, Tidak mempunyai Pekerjaan tetap, Tidak punya Rumah dan lainnya" lalu dia menjawab "Menikah Tidak perlu memerlukan Uang, Soal Pekerjaan Nanti kita pikir bersama, Soal rumah, aku ada rumah namun tidak bagus pemberian orang tuaku". Kata itu membuatku menangi dalam keheningan malam, aku terdiam dan Kembali Berkata "Jodoh Ditangan Tuhan" dia menjawab "Sebenarnya Jodoh di Tangan Kita Tuhan Yang Mempertemukan Kita yang Menentukan".

Setelah percakapan itu aku sadar dengan kekeliruanku selama ini dan aku pasrah dengan keadaan, ketika tiba waktu yang pernah dia katakan dia sempat menulis Sepucuk Pesan "Bahwa dia meminta maaf kalau dia pernah membuatku marah, dan pernah membuatku kecewa karena pada malam itu dia resmi menjadi seorang Istri". Remuk badan ini rasanya tak mampu berdiri lagi, rasanya ingin mengakhiri hidup yang sangat tolol ini.

Aku telah menyia-nyiakan orang yang telah tulus menerimaku Apa dan Adanya sampai pada titik saat dimana dia pasrah dengan keputusan yang telah aku buat sendiri dari keEgoisan ini.
(Rizal)

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.