Realita Gaya Hidup Di Kampung Sendiri Dan Di Kampung Orang - Mas Rizal

Halaman

    Social Items

Kali ini saya akan membahas pengalaman saya sendiri. Bagaimana cara kami beradaptasi dan bergaya hidup di kampung orang. Berawal dari sebuah tujuan yaitu memperbaiki masalah KeUangan, pada awalnya pergilah menuju ketempat yang di yakini bakal bisa merubah segalanya.

Terlihat dari gaya berpakaian, makan, bergaUL, dan Lainnya. Ketika di KampuNG sendiri Berpakaian bagaikan Artis Bollywod, bahkan makan saja maunya yang enak-Enak. Sayur, kangkung, terong, bayam dan yang lainya. Tidak bakal di sentuh. Sedangkan cara bergaul juga bahkan berbeda.

Ketika aku mulai pergi dan meninggalkan rumah, menuju "PERANTAUAN" Sekita itu semua berubah drastis. Dari caraku berpakain, mirip seperti gelandangan, makan juga pun ala kadarnya. Niat kami hanyalah mencari uang dan UanG, dipikiran kami bertahan hidup dengan sederhana, dapat membuat isi dompet semangkin tebal. Berpisah dari orang tua, orang yang di sayang, bahkan "PACAR" sebenernya (Jomblo). Bahkan pernah suatu malam di hari lebaran, kami tidak pulang. Demi sebuah Uang.

Tapi jangan salah kami Gembel hanya di kala tanggal tua, ketika pegang duit, lenyap dalam semalam, Ca-Fe, Club, makan enak semua jadi satu. Ada saatnya kalian merasakan, apa yang pernah Kami rasakan saat di "PERANTAUAN" semoga artikel ini dapat memberi semangat. Ceritakan pengalaman kalian di kampung orang. Di kolom comentar...

Foto: Ilustrasi
Penulis: Rizal

Realita Gaya Hidup Di Kampung Sendiri Dan Di Kampung Orang

Kali ini saya akan membahas pengalaman saya sendiri. Bagaimana cara kami beradaptasi dan bergaya hidup di kampung orang. Berawal dari sebuah tujuan yaitu memperbaiki masalah KeUangan, pada awalnya pergilah menuju ketempat yang di yakini bakal bisa merubah segalanya.

Terlihat dari gaya berpakaian, makan, bergaUL, dan Lainnya. Ketika di KampuNG sendiri Berpakaian bagaikan Artis Bollywod, bahkan makan saja maunya yang enak-Enak. Sayur, kangkung, terong, bayam dan yang lainya. Tidak bakal di sentuh. Sedangkan cara bergaul juga bahkan berbeda.

Ketika aku mulai pergi dan meninggalkan rumah, menuju "PERANTAUAN" Sekita itu semua berubah drastis. Dari caraku berpakain, mirip seperti gelandangan, makan juga pun ala kadarnya. Niat kami hanyalah mencari uang dan UanG, dipikiran kami bertahan hidup dengan sederhana, dapat membuat isi dompet semangkin tebal. Berpisah dari orang tua, orang yang di sayang, bahkan "PACAR" sebenernya (Jomblo). Bahkan pernah suatu malam di hari lebaran, kami tidak pulang. Demi sebuah Uang.

Tapi jangan salah kami Gembel hanya di kala tanggal tua, ketika pegang duit, lenyap dalam semalam, Ca-Fe, Club, makan enak semua jadi satu. Ada saatnya kalian merasakan, apa yang pernah Kami rasakan saat di "PERANTAUAN" semoga artikel ini dapat memberi semangat. Ceritakan pengalaman kalian di kampung orang. Di kolom comentar...

Foto: Ilustrasi
Penulis: Rizal

No comments

Komentar Yang Tidak Sopan Saya Hapus.